Kemajuan Pariwisata di Tenggarong Tak Didukung Sarana Parkir Memadai
TENGGARONG, Geliat pembangunan
pariwisata di Tenggarong telah membuahkan hasil yang cukup gemilang, apalagi
dengan adanya Jembatan Repo Repo penghubung kota Tenggarong ke Pulau Kumala,
kunjungan wisatawan dratis meningkat disaat libur akhir pecan. Bahkan pada
liburan panjang hari Idul Fitri 1438 Hijrah, perharinya bisa tembus 15 ribu
pengunjung.
“Pulau Kumala menjadi bagian obyek
wisata terpopuler secara nasional, ini tentu sangat menggembirakan dan
diharapkan akan berdampak pada kemajuan kunjungan wisatawan ke Tenggarong,”
papar Tohari, Wakil Ketua DPD KNPI Kukar kemarin.
Namun sayang, sarana parkir untuk para
pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat belum memadai. Ketika
liburan akhir pecan, banyak kendaraan roda empat pengunjung yang terpaksa diparkir
disepanjang jalan KH Ahmad Muksin (Timbau) Tenggarong, bahkan ketika terjadi
padat maka arus lalulintas sedikit terganggu.
“Pemerintah harus memikirkan hal itu,
menyiapkan sarana parkir yang memadai sehingga pengunjung akan lebih nyaman
lagi,” tandasnya.
Selain dari itu, lanjutnya, munculnya
juru parkir (Jukir) liar dikawasan parkiran penyebarangan Jembatan Pulau Kumala
meski harus ditertibkan, sebab hasil hasil retribusi parkir yang selama ini
dipungut jelas tak masuk PAD Kukar, namun masuk kantong pribadi.”Dishub yang
memiliki kewenangan itu, melakukan penertiban dan proses retribusi parkir itu
harus satu pintu yakni lewat Dishub,” bebernya.
Dengan prospek yang bagus, maka jelas
peningkatan PAD pada sector pariwisata akan meningkat dratis, sehingga secara
jangka panjang jika SDA (Sumber Daya Alam) Kukar semakin menipis dan habis,
maka sejumlah potensi potensi sumber daya yang dapat diperbarui itu bisa
dimaksimalkan lagi.“Kunjungan wisata semakin banyak, tentunya berdampak pada
peningkatan PAD Kukar, saat ini PAD Kukar tak kurang dari Rp200 miliar, padahal
kalau digali lebih maksimalkan lagi saya yakin lebih dari itu,” tandasnya.awi/poskotakaltimnews.com